LareOsing.Org

Komunitas Lare-lare Banyuwangi

Aneh-aneh cara orang menyambut malam tahun baru, ada yg mabok, ada
yang nongkrong di cafe, pantai, bar, ada yang nyanyi - nyanyi di
pinggir jalan, hihi… namanya aja menyambut tahun baru. Laros Bali
menyambut malam tahun baru 2009 dengan rame-rame bakar ikan.

Huuu…. ikan Kerapu Coy 8 Kg .. di tambah kerang dari mas adi.

Walopun laros bali gak ikud semua, tapi tetep aja rame, namanya aja laros bali, kompak abesss…. ada roti_bakar, andix, bukit, d3dy, noped, ita, nthement,  ike, yulie, malikah, syam, istie ( tamu dari jakarta ), adiana, lulut, mahmud, dina, mekatuk

dsc06414

Selengkapnya ada di Forum dan Laros Bali


Uang partai 84 juta ,Amblas

Banyuwangi - Aksi pencurian dengan pemberatan kembali terjadi jumat sore (26/12).Kali ini yang menjadi korbannya adalah Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi Adil Ahmadiyono. Pelaku berhasil menggasak uang tunai senilai Rp 84 juta. Uang tersebut baru saja dicairkan adil dari bank jatim cabang Banyuwangi sebelum di bawa kabur oleh pelaku yang masih belum bisa di kenali.

Pelaku beraksi saat korban memarkir mobilnya di Jalan Ciliwung, Kelurahan Panderejo, kecamatan Banyuwangi. korban yang tinggal di Desa Pakistaji ini datang ke tempat itu untuk memesan banner disalah satu percetakan yang ada di tempat tersebut. Karena jalan yang sempit. korban yang ditemani bendahara Partai demokrat Daroji, memarkir mobil BMW warna biru Nopol W 1788 FA agak jauh dari dari lokasi percetakan.

Sekitar 15 menit berada di percetakan untuk memesan banner. Adil dan Daroji kembali ke mobilnya. Alangkah terkejutnya kedua orang ini ketika mendapati kaca mobilnya pecah. Pikiran mereka langsung tertuju pada uang yang baru mereka ambil. uang tersebut diletakkan di jok belakang dengan di bungkus tas plastik. “Ketika kami cek uang tersebut telah amblas,” ujar Adil yang di benarkan oleh daroji.

Sebenarnya Adil dan Daroji sempat mendapatkan firasat akan terjadinya hal itu. Setelah memarkir mobilnya dan berjalan beberapa meter dari mobil, mereka sempat kembali ke mobil untuk mengecek apakah mobil itu sudah terkuni atau belum. Padahal keduanya sudah sangat yakin kalau mobil itu sudah di kunci sebelumnya.

Uang tersebut, menurut Adil adalah uang milik partai demokrat yang di cairkan untuk keperluan partai. Adil dan Daroji mengambil uang tersebut di Bank Jatim sekitar pukul 14.00 WIB. Sebelum ke lokasi kejadian mereka sempat pergi kejalan letkol Istiklah untuk menemuyi temannya. Namun, temannya sedang tidak ada dirumah dan mereka langsung menuju ke jalan Ciliwung hingga terjadilah peristiwa itu.( I – PANT )


Tarif penyeberangan Turun, Ketapang Sepi

Banyuwangi - Kabar baik bagi para pengguna jasa penyeberangan, tarif penyeberangan di pelabuhan Ketapang-Gilimanuk turun. Penurunan tarif ini berlaku bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan termasuk penumpang pejalan kaki dan kendaraan dari semua golongan.

Penurunan tarif ini menurut Kepala Cabang PT ASDP Ketapang Banyuwangi, Charda Damanik, telah berlaku terhitung sejak pukul 00.00 WIB Kamis (25/12). “Tarif sudah turun sejak tengah malam tadi, tepatnya pukul 00.00 WIB. Daftar tarif yang baru sudah kita pasang dipintu masuk, ” katanya.
Besarnya penurunan tarif ini rata-rata sebesar 3,24 %. Nominalnya berkisar antara Rp 200 hingga Rp 14 ribu. Tiket penumpang pejalan kaki mengalami penurunan sebesar Rp 200, dari Rp 6 ribu menjadi Rp 5.800. Untuk kendaraan roda dua mengalami penurunan sebesar Rp 500 dari Rp 15.500 menjadi Rp 15 ribu.

Penurunan tarif paling besar yakni berlaku pada kendaraan golongan VII dan VII yakni sebesar Rp 14 ribu dengan rincian kendaraan golongan VII yang sebelumnya sebesar Rp 365 ribu turun menjadi Rp 351 ribu. Sedangkan Golongan VIII dari Rp 524 ribu menjadi Rp 510 ribu.

Turunnya tarif penyeberangan ini mendapatkan reaksi yang beragam dari pengguna jasa penyeberangan. Ada yang mengaku senang atas penurunan tarif ini sebagian lagi mengaku tak terlalu terpengaruh karena nominalnya yang kecil khususnya bagi penumpang pejalan kaki dan kendaraan roda dua. ”Kalau kami berharap turunnya lebih besar lagi, ” kata Alfian seorang pengemudi motor.
Sementara itu, meskipun penurunan tarif ini bersamaan dengan perayaan natal. Namun tak terlihat lonjakan penumpang di pelabuhan Ketapang. Arus lalu lintas penyeberangan masih terlihat normal seprti biasanya. Hanya saja bus pariwisata lebih banyak terlihat.(I-PANT)


Tinggal Puing, Jadi Tempat Semadi

Kebesaran Blambangan hanya tinggal cerita. Meski banyak ditemukan situs dan bukti sejarah, riwayat kerajaan ini tetap misterius. Situs dan petilasan Blambangan banyak ditemukan di Kecamatan Muncar,Banyuwangi. Yang masih terlihat jelas bentuknya adalah situs umpak songo dan setinggil di Desa Tembokrejo,Muncar.

Umpak songo adalah tumpukan batu berlubang mirip penyangga tiang bangunan yang berjumlah sembilan. Umpak artinya tangga,songo berarti sembilan. Situs ini ditemukan pertama kali sekitar tahun 1916 oleh Mbah Nadi Gde,seorang warga dari Bantul, Yogyakarta.

Pertama ditemukan kondisinya sudah tertimbun tanah dan hutan belantara. Begitu digali, ternyata mirip sebuah candi. Diyakini,umpak songo dahulunya adalah balai pertemuan bagi raja Blambangan bersama bawahannya. Tahun 1938, seorang Raja dari Solo,Jawa Tengah, Mangku Bumi IX mengunjungi tempat itu. Kemudian, tempat ini diberi nama umpak songo. Mangku Bum sempat mengisahkan bahwa lokasi itu adalah bekas peninggalan kerajaan Blambangan dengan rajanya Minak Jinggo.

+ READ MORE


Petilasan Blambangan, Riwayatmu Kini

Kerajaan Blambangan adalah cikal bakal munculnya Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kebesaran daerah di ujung timur pulau Jawa ini identik dengan keemasan masa kerajaan Majapahit. Sayangnya, sejumlah petilasan yang membuktikan kebesaran Blambangan sudah musnah. Hanya beberapa yang tersisa. Itu pun kondisinya cukup memprihatinkan.

Tidak ada sumber otentik terkait kerajaan Blambangan. Bahkan hampir seluruh budayawan Using Banyuwangi menyangsikan adanya kerajaan ini. Sejumlah tokoh di dalamnya pun dianggap fiktif atau sekedar cerita fiksi. Namun, bagi komunitas Jawa, Blambangan diyakini benar-benar ada. Termasuk raja dan serangkaian tokoh di dalamnya. Selain didasarkan petilasan yang tersisa, suku Jawa cukup kental mengagungkan kebesaran raja-raja di zaman Blambangan.

Menilik cerita sejarah, Blambangan ada sejak tahun 700 - 1400 masehi. Kurangnya bukti prasasti membuat kehadiran kerajaan ini hanya sebuah cerita rakyat. Bahkan silsilah keturunan bangsawannya pun sama sekali tidak ada. Alhasil, tidak ada satu pun penyebutan pasti waktu pemerintahan masing-masing raja.

+ READ MORE


« Previous Entries  
Your Ad Here Your Ad Here Your Ad Here